Apakah Benar Meledakan Senjata Nuklir di Palung Mariana Dapat Menyebabkan Bencana

Apakah Benar Meledakan Senjata Nuklir di Palung Mariana Dapat Menyebabkan Bencana

Bisakah anda membayangkan bila kita ledakan bom nuklir di Palung Mariana. Jelas, tidak ada satupun orang waras yag ingin melakukan hal tersebut. Akan tetapi ada seorang Youtuber yang sempat muncul dengan jawaban ilmiah tersebut. Youtuber itu menjelaskan bagaimana jika memang bom nuklir meledak di Palung Mariana dan paa yang akan terjadi pada bumi kita.

Seperti yang sudah kita ketahui, Palung Mariana adlaah jurang yang paling dalam di planet Bumi ini. Kedalamannya mencapaiu 11 km dengan lebar 4.8 km Nerada di Samudra Pasifik bagian barat. Palung ini menjadi area misterius dan ssulit dijelajahi. Bom nuklir yang dipertanyakan yang akjan dianggap berdampak besar adalah bom nuklir Tsar Bomba milik Uni Soviet.

Apakah Benar Meledakan Senjata Nuklir di Palung Mariana Dapat Menyebabkan Bencana

Apa itu bom Nuklir Tsar Bomba ?

Tsar Bomba adlaah bom nuklir terkenal dari rusia dengan muatan ledakan sebesar 58.6 megaton TNT. Jika bom ini meledak, ia akan menciptakan gelombang kejut yang bisa mengelilingi dunia sebanyak 3x. jadi bisa anda bayangkan bagaimana yang terjadi bila bom nuklir ini meledak di Palung Mariana, Pastinya tidak ada yang bisa bermain di https://spbobetgx88.com

Lalu apa yang terjadi ?

Sebelum menjatuhkan bom nuklir, ada sejumlah factor yang harus dipertimbangkan seperti bagaimana bom diledakan di baweah air atau factor-faktor seperti kedalaman air serta tejkanan air tersebut. Hal ini mencegah bom tidak hancur karena factor tersebut. Namun bahkan jika bom tersebut hancur ke seluruh lautan bumi untuk waktu yang lama dan berikut ini hal-hal yang akan terjadi jika bom nuklir berhasil meledak.

Baca Juga : Suara Mengejutkan Di Dasar Palung Mariana

Tsunami Setinggi 120 Meter

Ledakan bom nuklir di palung mariana akan menyebabkan tsunami yang sangattinggi. Tsunami ini akan terbentuk setinggi 120 meter dan akan menghabiskan seluruh Jepang dan seluruh Asia Tenggara. Setengah dari Australia dan China mungkin berakhir seperti Atlantis. San Francisco dan Los Angeles juga akan dilahap oleh gelombang tsunami setinggi 70 meter.

Semua Gunung Berapi di Bumi Meletus

Gunung berapi yang aktif dan semi aktif di seluruh bumi akan meledakseperti kembang api dan memuntahan abu serta lava ke atmofir. Awan akan menutupi banyak daerah yang berpenghuni di sekitar gununbg berapi tersenit.

Kehancuran Dimana-Mana

Alasan utama kehancuran super dasyat ini adalah kenyataan bahwa Palung Mariana terletak di perbatasan lempengan tektonik Filipina dan Pasifik. Adalanya gangguan pada kedua lempeng ini berarti akan divergensi atau konvergensi pada planet. Entah bagaimana hasilnya akan mengahncurkan bumi dan mematikan isinya. Lempeng tektonik akan mengirim energy ledakan disetiap sudut planet dengan kecepatan mach atau kecepatan suara. Anda bisa membayangkan kehancuran karena tsunami yang dihasilkan terlalu besar untuk dipahami. Selain itu, gempa bumi akan membuat permukaan jalur di bumi khususnya lingkatang api pasifik.

Terbentuk Benua Baru

Meledakan bom nuklir seperti Tsar Bomba di kedalam 2 km dari bagian bawah Palung Mariana akan membuat lubang besar di kerak bumi yang akan menyebabkan magma meledak dan menciptakan pancuran magma di seluruh bumi. Kekuatan pancuran magma tersebut akan menciptakan benua baru.

Bumi Terdorong Keluar Dari Orbit

Kekuatan mematikan dari ledakan akan mendorong bumi keluar dari orbit yang akan membawa bumi dengan sangat dekat dengan matahari. Dengan begitu bumi dan seisinya akan terbakar dan bisa berakhir menjadi seperti Venus. Atau bumi terdorong menjauh dari matahari dan menciptakan musim dingin permanen.

Dapatkan informasi menarik lainnya seputar pulau mariana di www.cnmihpo.net pastinya , Untuk informasi terlengkap pulau mariana.

Suara Mengejutkan di Dasar Palung Mariana

Suara Mengejutkan di Dasar Palung Mariana

Sejumlah ilmuan mencoba merekam suara-suara di bagian terdalam dari samudra dunia pada 2015 lalu dan mereka dikejutkan dengan bunyianya. Lautan adalah tempat yang cukup menakutkan dengan area yang belum dijelajahi dengan kedalaman  gelap makhluk yang menakutkan.

Suara Mengejutkan di Dasar Palung Mariana

Akan tetapi sekarang para ilmuan telah menawarkan hal lain yang harus ditakuti, yaitu suara-suara lautan.

Para ilmuan dari Administrasi kelautan dan atmosfrt Nasional Pacific Marine Narine Environmental Laboratory menempatkan hidrofon berlapis titanium, alat perekam suara di bagian paling dalam dari dasar samudra, di Palung Mariana, Lautan Pasifik.

National Geographic menggambarkan Palung Mariana sebagai berikut.

Palung Mariana adalah perut berbentuk bulan sabit di kerak Bumi yang panjangnya lebih dari 1.500 mil dan rata-rata memiliki lebar 43 mil.

Jarak antara permukaan laut dan titik terdalam parit, deep Challenger, hampir 7 mil.

Melansir Unilad.com jika Gunung Everest dijatuhkan ke paling mariana, puncaknya masih lebih dari satu mil di bawah air. Jadi pada dasarnya itu sangat amatlah dalam kedalamnya.

Baca Juga : Mengenal Pulau Mariana Jurang Paling Mematikan Di Samudra Pasifik

Alat merekam suara di lautan selama tiga minggu dan para ilmuan terkejut dengan apa yang mereka dengar.

Kepala ilmuan pada proyek tersebut, Robert Dziak, menjelaskan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka mengharapkan ada kesunyian yang jauh di dalam samudra, akan tetapi malah bertemu dengan suara gempa bumi dan topan, serta kapal.

Mungkin ini menunjukan kisah perjalanan ke pusat bumi sebenarnya fakta dan ada ekosistem di sisi lain dari dasar lautan.

Anda akan berpikir bahwa bagian terdalam dari lautan akan menjadi salah satu tempat paling tenang di bumi.

Namun sebenarnya ada kebisingan hamper konstan dari sumber alami dan buatan manusia. Ambient Sound Field di Challenger deep didominasi oleh suara gempa bumi, baik dekat maupun jauh, serta serangan paus balin yang berbeda.

Ada juga suara gemuru yang luar biasa dari topan katagori 4 yang baru saja terjadi di atas kepala. Ada juga banyak suara dari lalu lintas kapal, yang dapat diindentifikasi oleh pola suara yang jelas yang dibuat oleh baling-baling kapal ketika mereka lewat.

Penelitihan ini dilakukn dengan harapan menentukan tingkat kebisingan, yang akan memungkinkan para ilmuan untuk melihat apakah aka nada perubahan di masa depan.

Setelah menganalisa suara, para ilmuan mampu memisahkan suara alam dari suara buatan manusia. Kami mencatat gempa bumi berkekuatan 5,0 skala besar yang terjadi pada kedalaman sekitar 10 kilometer (atau lebih dari enam mil) di kerak samudra di dekatkan.

Bunyi topan juga dramatis, meskipun hiruk-pikuk dari badai besar cenderung menyebar dan meningkat kebisingan secara keseluruhan selama beberapa hari.

Belum lama ini dunia dikejutkan dengan penaklukan palung mariana dia adalah James Cameron. Meskipun di katagorikan orang ketiga di dunia yang berhasil mencapai dasar palung mariana.

Titik terdalam bumi ternyata mirip permukaan bulan yang paling terpencil, demiukian ungkapan dari seorang sutradara James Cameron setelah ia memastikan diri sebagai orang ketiga yang mencapai titik tersebut.

Dia menggunakan sembuah kapal selam yang dirancang khusus Cameron menjadi orang pertama yang mengambil gambar di kedalaman 10,8 kilo meter di bawah permukaan laut tersbut.

Sebelumnya pada tahun 1960, Insinyur Swiss, Jacques Piccard dan Kapten Angkatan Laut Amerika Serikat Don Walsh juga pernah mencapai dasar palung mariana tersebut.

Baca Juga : Ini 5 Hal Menakutkan Tersembunyi Di Palung Mariana

Adapun selama misinya untuk mengeksplorasi Palung Mariana itu Cameron mengaku melihat sejumlah tanda-tanda kehidupan berupa mahluk yang mirip udang dengan ukuran sekitar satu inci.

Meski demikian sutradara film Titanic dan Avatar itu juga sempat mengalami kendala dalam petualangan tiga jamnya di dasar laut terdalam itu. Dia juga dipaksa untuk memangkas waktu eksplorasinya karena terjadi kerusakan pada system hidrolik sehingga dia terpaksa tidak mengumpulkan sample dari lautan tersebut.

Mengenal Palung Mariana, Jurang Paling Mematikan di Samudra Pasifik

Mengenal Palung Mariana, Jurang Paling Mematikan di Samudra Pasifik

Palung Mariana menjadi jurang yang menyeramkan di barat laut Samudara Pasifik. Dengan memiliki letak yang berdekatan dengan Jepang dan Filipina. Palung ini diketahui memiliki kedalaman jauh di bawah permukaan laut, lebih dari ketinggian Gunung Everest dari permukaan laut.

Mengenal Palung Mariana, Jurang Paling Mematikan di Samudra Pasifik

Palung Jurang Mariana memiliki kedalaman maksimum hingga 35.798 kaki di bawah permukaan laut, atau mencapai 10.911 meter. Dengan keberadaan palung yang berada di 6.366,4 km dari pusat Bumi menurut garis lintang dan garis bujur.

Untuk pertama kalinya, Palung Mariana diteliti oleh kapal Angkatan Laut Britania, yakni Challenger II yang memberi nama titik terdalam palung tersebut dengan sebutan Kedalaman Challenger. Pengukuran kedalaman palung tersebut dilakukan dengan menggunakan gema dari suara yang dibunyikan dari kapal Challenger II berulang-ulang. Yang kemudian menggunakan earphone untuk mendengar sinyal kembali saat “stylus” dengan melewati skala kedalaman “graduated” yang pada akhirnya meresmikan kedalaman Palung Mariana sedalam 10.863 m (5.940 fm) dan memiliki tekanan sebesar 1.086 bar.

Baca Juga : 5 Hal Menakutkan Tersembunyi Di Palung Mariana

Pada kesempatan kali ini, Kami akan lebih mengenalkan kepada Anda dan pembaca lain mengenai Palung Mariana. Berikut adalah data yang dapat kami simpulkan kepada Anda tentang palung Mariana:

  1. Bagaimana Palung Mariana ini terbentuk?

Dari pembahasan di atas hingga saat ini, pasti menimbulkan pertanyaan bagi Anda dan pembaca lain mengenai bagaimana terbentuknya palung tersebut? Ya, untuk menjawab hal tersebut kami akan mejelaskan secara singkat. Dimana Palung Mariana terbentuk akibat terjadinya tabrakan hebat antara lempeng tektonik Pasifik dengan lempengan Filipina. Pada titik tabrakan tersebut lapisan tanahnya jatuh  ke dalam lapisan mantel Bumi yang diperkirakan terbentuk sekitar 180 juta tahun lalu. Walau menjadi palung terdalam di lautan, Palung Marianan ini bukan menjadi titik yang paling terdekat dengan inti Bumi.

  1. Menjadi Salah Satu Tempat Berbahaya di Bumi.

Ya, pada prinsipnya masih sama dengan yang kita ketahui sebelumnya. Dimana semakin dalam lautan, maka akan memiliki tekanan air yang sangat kuat. Maka, tekanan air di dasar Palung Mariana tersebut mencapai 703 kilogram per meter persegi. Yang menandakan bahwa tekanan air di daerah tersebut mencapai 1000 kali lebih kuat dari tekanan air di dasar lautan lainnya. Anda akan terasa tertimpa oleh 50 pesawat jet jumbo saat berenang di dasar Palung Mariana. Selain itu, pada daerah sekitaran palung Mariana tersebut terdapat menara-menara yang tampak mengeluarkan zat kimia seperti, sulfur dan metan. Dimana kedua zat tersebut dikenal sangat berbahaya bagi tubuh manusia.

  1. Kehidupan di Palung Mariana.

Pada ekspedisi di tahun 2012 lalu, para ilmuwan menemukan beberapa tanda kehidupan lain di Palung Mariana. Dimana setidaknya terdapat tiga jenis makhluk hidup di sana, yakni amuba raksasa dengan nama latin Xenophyophores, udang tak bercangkah dengan nama latin Amphipoda dan terakhir teripang kerdil atau dikenal dengan sebutan latin Holothurian. Penelitian tersebut tidak terhenti begitu saja, pada awal tahun 2016 lalu NOAA kembali menemukan spesies ubur-ubur kecil di dalam Palung Mariana tersebut. Dimana, ubur-ubur ini dapat bersinar di bagian kepalanya. Dengan kemungkinan yang tidak mungkin, makhluk hidup tersebut terpaksa harus mengandalkan zat kimia berbahaya seperti Metan dan Sulfur untuk memproduksi makanan.

  1. Tidak Terlepas dari Polusi.

Walau telah menempatkan diri menjadi palung yang terdalam di lautan Samudra Pasifik, Palung Mariana tidak terlepas dari polusi. Dimana hal tersebut diungkapkan oleh tim penelitian dari Universitas Aberdeen. Zat polusi yang banyak ditemukan di Palung Mariana tersebut adalah PBC dengan nama latin polychlorinated biphenyls. PBC merupakan zat kimia buatan manusia yang banyak digunakan dalam alat-alat listrik, tinta, cat hingga lem. Pada fungsinya, zat PBC tersebut sudah dilarang penggunaannya sejak tahun 1970 an tersebut dapat meracuni makhluk hidup yang ada di palung Mariana.

“Hantu” Dari Laut Dalam Terungkap Lewat Ekspedisi di Palung Mariana

‘Hantu’ dari kedalaman lautan terkuat lewat ekspedisi penelitian di Palung Mariana. ‘Hantu’ itu berupa snailfish, krustasea raksasa, serta lainnya, makhluk-makhluk dengan rupa jauh berbeda dari yang biasa dijumpai di daratan dan perairan dangkal.

Spesies paling mengejutkan yang dijumpai adalah ‘ikan hantu’ yang hidup pada kedalaman 8.145 meter di bawah permukaan laut. Spesies tersebut kini dinobatkan sebagai ikan yang punya habitat paling dalam di Bumi.

“Kami pikir ikan itu adalah snailfish, tetapi penampakannya sangat aneh,” kata Alan Jameison dari Oceanlab di University of Aberdeen yang terlibat riset, seperti dikutip BBC.

“Ikan itu tampak sangat rapuh, dan saat berenang, ikan itu seperti memiliki jaringan serupa kertas yang mengapung di belakangnya. Spesies itu juga punya moncong yang aneh,” imbuh Jameison.

‘Hantu’ itu dijumpai saat para peneliti Hadal Ecosystem Studies mengirimkan wahana bawah laut tak berawak untuk menyelidiki lingkungan Palung Mariana antara kedalaman 5.000 hingga 10.600 meter di bawah permukaan laut.

Menyelidiki tebing dan lembah, proyek penelitian tersebut merupakan survei bawah laut paling komprehensif di dunia saat ini. Keragaman hayati dari kedalaman lautan diambil dengan proses rekaman video selama lebih dari 100 jam.

Baca juga : 5 Makhluk Aneh Yang Hidup Di Kedalaman Palung Mariana

Tahun 2010 lalu, proyek yang sama berhasil menguak snailfish Pseudoliparis amblystomopsis pada kedalaman 7.703 meter di bawah permukaan laut, dinyatakan sebagai ikan dengan habitat terdalam. Kini, rekor itu terpecahkan lewat temuan ‘hantu’ dari kedalaman 8.145 meter.

Para peneliti tidak mengambil spesimen makhluk yang ditemukan, hanya merekamnya. Dengan demikian, sulit untuk mengonfirmasinya sebagai spesies baru. Namun, para ilmuwan menyatakan bahwa spesies itu belum pernah dijumpai sebelumnya.

Selain ikan hantu, ilmuwan juga menjumpai krustasea raksasa. Makhluk yang masih sebangsa dengan udang itu begitu besar, mencapai ukuran 30 cm. Padahal, udang hanya berukuran 3-7 cm.

“Kami mendapatkan rekamannya selama lebih dari 20 jam dan kami mempelajari bagaimana spesies itu berenang, makan, dan mempertahankan diri dari predator. Mereka menekan umpan, menusuk kepalanya, dan menegakkan ekor runcingnya ke udara seperti duri,” urai Jameison.

Proyek ini juga menguak fakta geologi baru tentang Palung Mariana. Patricia Fryer dari University of Hawaii mengungkapkan dalam pertemuan American Geophysical Union tahun ini bahwa dia menemukan lempeng tektonik yang belum dikenal sebelumnya Seperti agen poker lainnya..

“Batuan yang kita temukan ternyata berusia 100 juta tahun lebih muda dari Lempeng Pasifik. Artinya, lempeng yang disubduksi di bawah Challenger Deep (kedalaman maksimum palung) 100 juta tahun atau lebih muda dari Lempeng Pasifik,” katanya.

Baca Juga : 12 Fakta Menarik Tentang Kepulauan Mariana

Di tepian lempeng, Fryer juga menemukan aktivitas vulkanik pada kedalaman 5.000 meter. Jika benar, itu akan menjadi aktivitas vulkanik terdalam di Bumi. Batuan yang merujuk pada aktivitas vulkanik itu ditutupi oleh gas vulkanik.

“Satu-satunya cara bisa terbentuk seperti itu adalah bila magma secara instan mendingin ketika keluar dari ventilasi, material yang keluar bertemu dengan air laut dan langsung membeku,” ungkap Fryer.

Banyak vulkanologi beranggapan bahwa letusan eksplosif tidak mungkin berlangsung pada kedalaman lebih dari 5.000 kilometer. Namun, hasil penelitian ini menyanggah anggapan tersebut.

Demikianlah artikel ini kami buat untuk memberikan informasi terbaik untuk anda.

Semoga informasi yang kami bagikan kepada anda bisa bermanfaat untuk anda dan orang banyak.Dapatkan informasi lainnya seputar pulau mariana yang bisa anda kunjungi disini. Subscribe dan download informasi lainnya disini dan kunjungi terus website kami.