Mengenal Palung Mariana, Jurang Paling Mematikan di Samudra Pasifik

Mengenal Palung Mariana, Jurang Paling Mematikan di Samudra Pasifik

Palung Mariana menjadi jurang yang menyeramkan di barat laut Samudara Pasifik. Dengan memiliki letak yang berdekatan dengan Jepang dan Filipina. Palung ini diketahui memiliki kedalaman jauh di bawah permukaan laut, lebih dari ketinggian Gunung Everest dari permukaan laut.

Mengenal Palung Mariana, Jurang Paling Mematikan di Samudra Pasifik

Palung Jurang Mariana memiliki kedalaman maksimum hingga 35.798 kaki di bawah permukaan laut, atau mencapai 10.911 meter. Dengan keberadaan palung yang berada di 6.366,4 km dari pusat Bumi menurut garis lintang dan garis bujur.

Untuk pertama kalinya, Palung Mariana diteliti oleh kapal Angkatan Laut Britania, yakni Challenger II yang memberi nama titik terdalam palung tersebut dengan sebutan Kedalaman Challenger. Pengukuran kedalaman palung tersebut dilakukan dengan menggunakan gema dari suara yang dibunyikan dari kapal Challenger II berulang-ulang. Yang kemudian menggunakan earphone untuk mendengar sinyal kembali saat “stylus” dengan melewati skala kedalaman “graduated” yang pada akhirnya meresmikan kedalaman Palung Mariana sedalam 10.863 m (5.940 fm) dan memiliki tekanan sebesar 1.086 bar.

Baca Juga : 5 Hal Menakutkan Tersembunyi Di Palung Mariana

Pada kesempatan kali ini, Kami akan lebih mengenalkan kepada Anda dan pembaca lain mengenai Palung Mariana. Berikut adalah data yang dapat kami simpulkan kepada Anda tentang palung Mariana:

  1. Bagaimana Palung Mariana ini terbentuk?

Dari pembahasan di atas hingga saat ini, pasti menimbulkan pertanyaan bagi Anda dan pembaca lain mengenai bagaimana terbentuknya palung tersebut? Ya, untuk menjawab hal tersebut kami akan mejelaskan secara singkat. Dimana Palung Mariana terbentuk akibat terjadinya tabrakan hebat antara lempeng tektonik Pasifik dengan lempengan Filipina. Pada titik tabrakan tersebut lapisan tanahnya jatuh  ke dalam lapisan mantel Bumi yang diperkirakan terbentuk sekitar 180 juta tahun lalu. Walau menjadi palung terdalam di lautan, Palung Marianan ini bukan menjadi titik yang paling terdekat dengan inti Bumi.

  1. Menjadi Salah Satu Tempat Berbahaya di Bumi.

Ya, pada prinsipnya masih sama dengan yang kita ketahui sebelumnya. Dimana semakin dalam lautan, maka akan memiliki tekanan air yang sangat kuat. Maka, tekanan air di dasar Palung Mariana tersebut mencapai 703 kilogram per meter persegi. Yang menandakan bahwa tekanan air di daerah tersebut mencapai 1000 kali lebih kuat dari tekanan air di dasar lautan lainnya. Anda akan terasa tertimpa oleh 50 pesawat jet jumbo saat berenang di dasar Palung Mariana. Selain itu, pada daerah sekitaran palung Mariana tersebut terdapat menara-menara yang tampak mengeluarkan zat kimia seperti, sulfur dan metan. Dimana kedua zat tersebut dikenal sangat berbahaya bagi tubuh manusia.

  1. Kehidupan di Palung Mariana.

Pada ekspedisi di tahun 2012 lalu, para ilmuwan menemukan beberapa tanda kehidupan lain di Palung Mariana. Dimana setidaknya terdapat tiga jenis makhluk hidup di sana, yakni amuba raksasa dengan nama latin Xenophyophores, udang tak bercangkah dengan nama latin Amphipoda dan terakhir teripang kerdil atau dikenal dengan sebutan latin Holothurian. Penelitian tersebut tidak terhenti begitu saja, pada awal tahun 2016 lalu NOAA kembali menemukan spesies ubur-ubur kecil di dalam Palung Mariana tersebut. Dimana, ubur-ubur ini dapat bersinar di bagian kepalanya. Dengan kemungkinan yang tidak mungkin, makhluk hidup tersebut terpaksa harus mengandalkan zat kimia berbahaya seperti Metan dan Sulfur untuk memproduksi makanan.

  1. Tidak Terlepas dari Polusi.

Walau telah menempatkan diri menjadi palung yang terdalam di lautan Samudra Pasifik, Palung Mariana tidak terlepas dari polusi. Dimana hal tersebut diungkapkan oleh tim penelitian dari Universitas Aberdeen. Zat polusi yang banyak ditemukan di Palung Mariana tersebut adalah PBC dengan nama latin polychlorinated biphenyls. PBC merupakan zat kimia buatan manusia yang banyak digunakan dalam alat-alat listrik, tinta, cat hingga lem. Pada fungsinya, zat PBC tersebut sudah dilarang penggunaannya sejak tahun 1970 an tersebut dapat meracuni makhluk hidup yang ada di palung Mariana.

One thought on “Mengenal Palung Mariana, Jurang Paling Mematikan di Samudra Pasifik

Leave a Reply to robet Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *